Senar.. (Part 1)




            Dikamar Adni yang luasnya  4 x 5 m itu , Adni sedang menonton ditemani oleh i-Padnya .  Hatinya bingung tak terarah dikarenakan sesuatu .Sudah 2 hari ini tak ada kabar dari sahabatnya , Razan. Adni bingung , kenapa tak ada kabar sedikitpun dari Razan? Akhirnya Adni memutuskan untuk melihat akun Facebook Razan.  Barangkali Razan menulis sebuah status yang akan member sedikit berita untuk Adni . Ternyata tidak ada . Akhirnya Adni membuka akun Twitternya dan melihat kembali profil @Razan_ftrh . Namun tak berbuah apa apa . Razan juga tidak men-twitt apapun. Adni tetap menunggu sebuah  Bbm , sebaris kalimat  SMS dari Razan yang saat ini tak kunjung datang. Memang membingungkan , mungkin saja dia sedang sibuk dengan acara sekolahnya yang selalu melibatkan OSIS . Apalagi Razan seorang ketua OSIS , tentu saja dia akan benar benar sibuk.
            Karena Adni tak mau tenggelam dalam perasaan bingungnya, akhirnya Adni meraih gitar yang dia taruh dengan posisi berdiri disamping meja belajarnya . Diaturnya jari-jari tangan kirinya yang akan menekan senar senar tertentu dan jari kanannya mulai memetik satu persatu senar .dengan tempo lambat . Tiba tiba BlackBerrynya melantunkan lagu Wish You Were Here milik Avril Lavigne yang dia Setting hanya untuk Razan . Matanya membelalak ,disambar BlackBerrynya diatas sofa. Dengan sebuah senyuman bercampur khawatir Adni mengangkat teleponnya .
            “Halo zan?” sapa Adni.
            “Halo Adni ! Apa kabar niih??” terdengar suara berat namun bersahabat diujung sana. Rindu dengan suara itu.
            “Hmmm baik . Kemana aja sih zan ? Gue SMS ga dibales , Bbm juga nggak .” tanya Adni .
            “Haha jadi khawatir nih sama guee?? Wahahaha.” Ledek Razan.
            “Ish lucu lu.” Keluh Adni. Walaupun dalam hatinya sangat senang .
            “Ni , Anterin gue ya . Mau ya?” bujuk Razan .
            “Kemana ? Gue ga punya duit kalo pergi jauh jauh.”
            “Ke BSM doang. Ya mau ya ? Gue jemput nanti. Jam 3 oke? Ga pake lama ya . Eh ni gue ngurusin acara lagi ya ! Bye !” tukas Razan.
            Belum sempat Adni bicara , teleponnya sudah ditutup oleh Razan . Ya betul perkiraannya . Disekolahnya mengadakan acara yang sudah membuat Razan sangat sibuk. Dengan cekatan Adni berganti baju , menyiapkan tas , sepatu . Dirumahnya , dia tak perlu menjelaskan dengan susah payah saat dia ingin berpergian . Orang tuanya sudah menitipkan kepercayaan kepada bibinya untuk memantau anak anaknya . Orang tua Adni adalah orang tua yang sangat sibuk. Keluarganya harmonis namun susah sekali untuk berkumpul untuk jangka waktu yang lama . Kakak Adni sudah bekerja dan saat ini sedang sibuk dalam proyeknya . Tinggallah Adni yang sekarang masih duduk di bangku SMA kelas 2 .
             Tadi Razan bilang jam 3 ya? Oke masih ada 10 menit lagi  . Adni melirik jam dan mengambil gitar milik kakaknya yang tergeletak disofa ruang keluarga . Sembari dia menunggu Razan, tangannya mulai mengulik gitar dan menyanyikan lagu A Thousand Years .
***
            Akhirnya Razan sampai didepan rumah Adni . Adni sempat memberi tau Razan jika dia sudah mengetuk pintu 3 kali namun belum dibukakan juga pintunya , Razan diperbolehkan masuk kedalam rumahnya . Karena bibinya nanti akan pergi belanja untuk makan malam .
            Kebetulan pintu rumah Adni sedang terbuka . Jadi suara dia agak terdengar oleh bibinya dan Razan dipersilahkan masuk dan boleh menghampiri Adni yang sedang berada di ruang keluarga . Ketika kakinya mulai melewati pintu ruang keluarga , terlihat Adni sedang asik bermain gitar dan suara indahnya melengkapi permainannya tersebut.
            “I have died everyday waiting for you. Darling don’t be afraid I have loved you,For a thousand years,I love you for a thousand moreDengan suara lembutnya Adni melantunkan nyanyian itu . Razan terkesima akan suara Adni dan permainan gitarnya . Baru kali ini dia bisa melihat dan mendengar Adni  bernyanyi dengan suara aslinya . Biasanya Adni enggan jika disuruh menyanyi.

Dilihatnya wajah Adni , dan saat itu dia baru menyadari satu hal. Selama 2 tahun ini dia dekat dengan Adni , yang memang melekat pada diri Adni adalah dia gadis yang cerdas, bersahabat , peduli , seru dan pengertian. Saat Razan mengobrol dengan Adni selalu diselimuti dengan candaan yang tak pernah membuat mereka jenuh. Gadis yang membuat obrolan menjadi seru , asik dan tak membosankan .

Entah mengapa saat dia melihat Adni dia merasa jantungnya sedikit lebih cepat dan wajahnya memanas. Apaan sih zan !? Banci ah. Dia menegur dirinya sendiri . Karena tak mau berkelanjutan dia harus bisa membuyarkan lamunannya .
“Prok ! Prok ! Prok !!” tangannya mebuat suara nyaring yang membuat gadis itu menoleh kepadanya .
“Razaaan?? Ish ko udah ada disini???” Adni menjadi salah tingkah dan wajah cerahnya yang berubah menjadi merah padam. Karena Adni malu, Adni melemparkan bantal sofa yang ada disampingnya.
“Ye, orang bibi udah bolehin gue masuk . Cie akhirnya nyanyi juga…” goda Razan.
“Berisik ah. Udah yuk berangkat . Sebelum mood  gue berubah nih.” Adni menarik kaos Razan sambil berjalan kearah luar .
“Haha udah , ga usah malu . Suaranya bagus ko.” Senyum Razan kepada Adni . Eh? Kenapa tadi gue ngomong gitu ya? Dirinya sedikit malu .
“Karena udah mendengar suara indah gue tanpa izin, diwajibkan membayar pajak!” Tangan Adni mengarah kepada dada Razan sambil menatap lurus kedepan .
“Oh gitu ya? Mending gue kasih tumpangan atau gue kasih 5 ribu rupiah terus lu naik angkot?” tawar Razan. Adni tersenyum kecil mengisyaratkan batapa cerdiknya Razan. Tanpa menunggu lama mereka masuk kedalam mobil jazz milik Razan. Razan pun menyalakan mesin dan menginjak gas.

“Zan, lu kenapa kemari kemarin ga ngasih kabar ke gue sih?” tanya Adni .
“Kenapa yaaaa? Maunya kenapa?” ledek Razan.
“Kan kan mulai deh , kenapa eh?” kali ini Adni benar benar serius.
Slow dikit elah neng… Kemarin gue sibuk banget ngurusin pensi sekolah.” Tukas Razan. Pada 3 hari kemarin SMAN 2 Cimahi mengadakan Pentas Seni atau lebih dikenal Pensi.
“Ohiya gue baru inget . Eh kita ke BSM ngapain?” tanya Adni lagi .
“Nyari kado buat Asfira . Bantuin ya ! Gue ga pinter nyari kado soalnya.” Jawab Razan. Adni mengangguk sambil tersenyum . Dan Razan menginjak gasnya lagi sedikit lebih kencang.

***

            Sesampainya di BSM, Adni dan Razan mulai memasuki toko satu persatu. Mulai dari toko baju hingga toko kue . Sempat beberapa kali terjadi ketidak cocokan antara Adni dan Razan . Tak jarang pula Adni berkata “Lu kan cowo , ga pinter milih kado . Terus minta tolong lagikan sama gue tadi? Jadi udah ya nurut aja.” Kata Adni. Adni memang pintar untuk membuat Razan luluh dari keras kepalanya.

            Akhirnya mereka mendapatkan apa yang mereka cari. Sebuah baju juga sebuah kue yang akan diantar ke rumah Razan besok siang. Karena Adni sudah membantu Razan, jadi Razan akan mentraktir Adni makan siang ini. Siang hari ini Adni tak ingin makan yang mengandung karbohidrat . Akhirnya Razan dan Adni lebih memilih bersantai santai saja di Starbuck . Adni mulai meminum Strowberry Smootishnya . Adni kemudian melihat wajah Razan yang sedang sibuk dengan i-Padnya. Paling liat hasil test beasiswanya. Kemudian Adni mulai memakan Fruit Salad yang ada dihadapannya . Ketika dia akan membuka tas , matanya berpapasan dengan mata Razan yang sedang menatapinya . Adni seketika menjadi salah tingkah , Razan pun begitu.
Adni yang selama ini menyimpan rasa yang tak pernah diketahui oleh Razan . Dia hanya bisa sedikit berpasrah . Karena waktu dulu Razan pernah berkata kepadanya bahwa dia tak ingin menyukai seseorang dulu sampai nanti waktunya .
Demi menjaga hubungan baik mereka, Adni rela menutupi rasa itu . Mungkin dia akan bahagia jika dia dapat memusnahkan perasaan itu dari dalam dirinya.

***


            Razan ,sangat begitu senang hari ini karena dia mendapatkan apa yang dia cari . Dibantu oleh sahabatnya , Adni . Tanpa dia mungkin 2 jam akan sia sia .
           
            Adni . Ya , entah setelah dia mendengar adni bernyanyi dalam otaknya hanya terekam suaranya saja. Suara indah dan kecantikannya yang menyihir Razan pada sore hari ini. Baru tersadar oleh dirinya bahwa dia , Razan , Razan yang beruntung mempunyai sahabat perempuan dengan berkepribadian yang baik. Cantik, tak heran jika begitu banyak lelaki yang menghampirinya . Namun dia adalah gadis yang teguh . Dia teguh saat banyak pengaruh lain yang tidak cocok dengannya dia tolak. Dia adalah gadis yang menarik juga cerdas . Ramah dan bersahabat . Dan satu hal lagi yang sampai detik ini menyihir Razan . Suara dan kelincahan tangannya saat memainkan alat music yang selama ini dia cintai . Gitar. Entah mungkin Razan yang terlalu berlebihan menilai Adni dengan gitarnya atau….. Apaan sih gue mikirin Adni mulu ! Karena tak ingin dirinya mempredikati dirinya sendiri dengan kata Hiperbolis  akhirnya Razan mengakhiri pengagumannya terhadap Adni dan beralih kepada i-Padnya. Dia melihat hasil test beasiswa yang diadakan oleh salah satu unirvesitas ternama di Bandung . Ternyata pengumuman tersebut baru akan diumumkan pada jam 06.00 W.I.B besok.

            Berhubung pesanannya sudah datang , akhirnya dia meminum seteguk Freeze moccha pearls. Saat akan menaruh gelasnya itu, matanya terpaku akan mata gadis yang ada didepannya itu. Seketika terbayang seulas senyuman yang biasanya dia lihat saat bersama Adni . Matanya yang ramah namun menggambarkan ketegasan itu membekukan pandangan Razan. Dan saat itu pula matanya dengan mata Adni berpapasan. Darahnya seakan akan mengalir 2 kali lebih cepat dari biasanya , mukanya memanas. Ya Razan menyadarinya . Ya Tuhan , apa yang udah gue pikirin sih? Razan membuang muka dan mengalihkan perhatiannya lagi kelayar i-Pad.

            Tuhan.. Apa maksud dari kerja jantung yang tadi? Atau mukaku yang memanas tadi?

***

            Razan , Please deh , apa yang tadi kamu liat? Kamu kenapa?
            Adni terus bertanya tanya dengan harapan akan mendapatkan suatu penjelasan . Adni tak mau jika perasaannya diketahui oleh Razan. Tuhan tolong bantu aku untuk menutupi kecanggungan ini …..
***

            My God , Please help me …. What’s this mean?? Apa mungkin aku akan jatuh….

***

            Cinta, apa kamu menghampiri Razan saat ini? Berikan jawaban padaku…

***

 *To be continue...

Komentar

Posting Komentar