Dikamar Adni yang luasnya
4 x 5 m itu , Adni sedang menonton ditemani oleh i-Padnya . Hatinya bingung tak terarah dikarenakan
sesuatu .Sudah 2 hari ini tak ada kabar dari sahabatnya , Razan. Adni bingung ,
kenapa tak ada kabar sedikitpun dari Razan? Akhirnya Adni memutuskan untuk
melihat akun Facebook Razan. Barangkali Razan menulis sebuah status yang
akan member sedikit berita untuk Adni . Ternyata tidak ada . Akhirnya Adni
membuka akun Twitternya dan melihat
kembali profil @Razan_ftrh . Namun tak berbuah apa apa . Razan juga tidak
men-twitt apapun. Adni tetap menunggu sebuah
Bbm , sebaris kalimat SMS dari
Razan yang saat ini tak kunjung datang. Memang membingungkan , mungkin saja dia
sedang sibuk dengan acara sekolahnya yang selalu melibatkan OSIS . Apalagi
Razan seorang ketua OSIS , tentu saja dia akan benar benar sibuk.
Karena
Adni tak mau tenggelam dalam perasaan bingungnya, akhirnya Adni meraih gitar
yang dia taruh dengan posisi berdiri disamping meja belajarnya . Diaturnya
jari-jari tangan kirinya yang akan menekan senar senar tertentu dan jari
kanannya mulai memetik satu persatu senar .dengan tempo lambat . Tiba tiba BlackBerrynya melantunkan lagu Wish You Were Here milik Avril Lavigne
yang dia Setting hanya untuk Razan . Matanya membelalak ,disambar BlackBerrynya
diatas sofa. Dengan sebuah senyuman bercampur khawatir Adni mengangkat
teleponnya .
“Halo
zan?” sapa Adni.
“Halo
Adni ! Apa kabar niih??” terdengar suara berat namun bersahabat diujung sana. Rindu
dengan suara itu.
“Hmmm
baik . Kemana aja sih zan ? Gue SMS ga dibales , Bbm juga nggak .” tanya Adni .
“Haha
jadi khawatir nih sama guee?? Wahahaha.” Ledek Razan.
“Ish
lucu lu.” Keluh Adni. Walaupun dalam hatinya sangat senang .
“Ni ,
Anterin gue ya . Mau ya?” bujuk Razan .
“Kemana
? Gue ga punya duit kalo pergi jauh jauh.”
“Ke BSM doang. Ya mau ya ? Gue jemput nanti. Jam 3 oke?
Ga pake lama ya . Eh ni gue ngurusin acara lagi ya ! Bye !” tukas Razan.
Belum sempat Adni bicara , teleponnya sudah ditutup oleh
Razan . Ya betul perkiraannya . Disekolahnya mengadakan acara yang sudah
membuat Razan sangat sibuk. Dengan cekatan Adni berganti baju , menyiapkan tas
, sepatu . Dirumahnya , dia tak perlu menjelaskan dengan susah payah saat dia
ingin berpergian . Orang tuanya sudah menitipkan kepercayaan kepada bibinya
untuk memantau anak anaknya . Orang tua Adni adalah orang tua yang sangat
sibuk. Keluarganya harmonis namun susah sekali untuk berkumpul untuk jangka
waktu yang lama . Kakak Adni sudah bekerja dan saat ini sedang sibuk dalam proyeknya
. Tinggallah Adni yang sekarang masih duduk di bangku SMA kelas 2 .
Tadi Razan bilang jam 3 ya? Oke masih ada 10
menit lagi . Adni melirik jam dan
mengambil gitar milik kakaknya yang tergeletak disofa ruang keluarga . Sembari
dia menunggu Razan, tangannya mulai mengulik gitar dan menyanyikan lagu A Thousand Years .
***
Akhirnya Razan sampai didepan rumah Adni . Adni sempat
memberi tau Razan jika dia sudah mengetuk pintu 3 kali namun belum dibukakan
juga pintunya , Razan diperbolehkan masuk kedalam rumahnya . Karena bibinya
nanti akan pergi belanja untuk makan malam .
Kebetulan pintu rumah Adni sedang terbuka . Jadi suara
dia agak terdengar oleh bibinya dan Razan dipersilahkan masuk dan boleh
menghampiri Adni yang sedang berada di ruang keluarga . Ketika kakinya mulai
melewati pintu ruang keluarga , terlihat Adni sedang asik bermain gitar dan suara
indahnya melengkapi permainannya tersebut.
“I have died everyday waiting for you. Darling don’t be afraid I have loved you,For a thousand
years,I love you for a thousand more” Dengan suara lembutnya Adni melantunkan nyanyian itu . Razan
terkesima akan suara Adni dan permainan gitarnya . Baru kali ini dia bisa
melihat dan mendengar Adni bernyanyi dengan suara aslinya . Biasanya
Adni enggan jika disuruh menyanyi.
Dilihatnya wajah Adni , dan saat itu
dia baru menyadari satu hal. Selama 2 tahun ini dia dekat dengan Adni , yang
memang melekat pada diri Adni adalah dia gadis yang cerdas, bersahabat , peduli
, seru dan pengertian. Saat Razan mengobrol dengan Adni selalu diselimuti
dengan candaan yang tak pernah membuat mereka jenuh. Gadis yang membuat obrolan
menjadi seru , asik dan tak membosankan .
Entah mengapa saat dia melihat Adni dia
merasa jantungnya sedikit lebih cepat dan wajahnya memanas. Apaan sih zan !? Banci ah. Dia menegur
dirinya sendiri . Karena tak mau berkelanjutan dia harus bisa membuyarkan
lamunannya .
“Prok ! Prok ! Prok !!” tangannya
mebuat suara nyaring yang membuat gadis itu menoleh kepadanya .
“Razaaan?? Ish ko udah ada disini???”
Adni menjadi salah tingkah dan wajah cerahnya yang berubah menjadi merah padam.
Karena Adni malu, Adni melemparkan bantal sofa yang ada disampingnya.
“Ye, orang bibi udah bolehin gue masuk
. Cie akhirnya nyanyi juga…” goda Razan.
“Berisik ah. Udah yuk berangkat .
Sebelum mood gue berubah nih.” Adni menarik kaos Razan
sambil berjalan kearah luar .
“Haha udah , ga usah malu . Suaranya
bagus ko.” Senyum Razan kepada Adni . Eh?
Kenapa tadi gue ngomong gitu ya? Dirinya sedikit malu .
“Karena udah mendengar suara indah gue
tanpa izin, diwajibkan membayar pajak!” Tangan Adni mengarah kepada dada Razan
sambil menatap lurus kedepan .
“Oh gitu ya? Mending gue kasih
tumpangan atau gue kasih 5 ribu rupiah terus lu naik angkot?” tawar Razan. Adni
tersenyum kecil mengisyaratkan batapa cerdiknya Razan. Tanpa menunggu lama
mereka masuk kedalam mobil jazz milik
Razan. Razan pun menyalakan mesin dan menginjak gas.
“Zan, lu kenapa kemari kemarin ga
ngasih kabar ke gue sih?” tanya Adni .
“Kenapa yaaaa? Maunya kenapa?” ledek
Razan.
“Kan kan mulai deh , kenapa eh?” kali
ini Adni benar benar serius.
“Slow
dikit elah neng… Kemarin gue sibuk banget ngurusin pensi sekolah.” Tukas
Razan. Pada 3 hari kemarin SMAN 2 Cimahi mengadakan Pentas Seni atau lebih
dikenal Pensi.
“Ohiya gue baru inget . Eh kita ke BSM
ngapain?” tanya Adni lagi .
“Nyari kado buat Asfira . Bantuin ya !
Gue ga pinter nyari kado soalnya.” Jawab Razan. Adni mengangguk sambil
tersenyum . Dan Razan menginjak gasnya lagi sedikit lebih kencang.
***
Sesampainya
di BSM, Adni dan Razan mulai memasuki toko satu persatu. Mulai dari toko baju
hingga toko kue . Sempat beberapa kali terjadi ketidak cocokan antara Adni dan
Razan . Tak jarang pula Adni berkata “Lu kan cowo , ga pinter milih kado .
Terus minta tolong lagikan sama gue tadi? Jadi udah ya nurut aja.” Kata Adni.
Adni memang pintar untuk membuat Razan luluh dari keras kepalanya.
Akhirnya
mereka mendapatkan apa yang mereka cari. Sebuah baju juga sebuah kue yang akan
diantar ke rumah Razan besok siang. Karena Adni sudah membantu Razan, jadi
Razan akan mentraktir Adni makan siang ini. Siang hari ini Adni tak ingin makan
yang mengandung karbohidrat . Akhirnya Razan dan Adni lebih memilih bersantai
santai saja di Starbuck . Adni mulai
meminum Strowberry Smootishnya . Adni
kemudian melihat wajah Razan yang sedang sibuk dengan i-Padnya. Paling liat hasil test beasiswanya. Kemudian
Adni mulai memakan Fruit Salad yang
ada dihadapannya . Ketika dia akan membuka tas , matanya berpapasan dengan mata
Razan yang sedang menatapinya . Adni seketika menjadi salah tingkah , Razan pun
begitu.
Adni yang selama ini menyimpan rasa yang tak pernah
diketahui oleh Razan . Dia hanya bisa sedikit berpasrah . Karena waktu dulu
Razan pernah berkata kepadanya bahwa dia tak ingin menyukai seseorang dulu
sampai nanti waktunya .
Demi menjaga hubungan baik mereka, Adni
rela menutupi rasa itu . Mungkin dia akan bahagia jika dia dapat memusnahkan
perasaan itu dari dalam dirinya.
***
Razan ,sangat begitu senang hari ini karena dia mendapatkan apa yang dia cari .
Dibantu oleh sahabatnya , Adni . Tanpa dia mungkin 2 jam akan sia sia .
Adni . Ya ,
entah setelah dia mendengar adni bernyanyi dalam otaknya hanya terekam suaranya
saja. Suara indah dan kecantikannya yang menyihir Razan pada sore hari ini.
Baru tersadar oleh dirinya bahwa dia , Razan , Razan yang beruntung mempunyai
sahabat perempuan dengan berkepribadian yang baik. Cantik, tak heran jika
begitu banyak lelaki yang menghampirinya . Namun dia adalah gadis yang teguh .
Dia teguh saat banyak pengaruh lain yang tidak cocok dengannya dia tolak. Dia
adalah gadis yang menarik juga cerdas . Ramah dan bersahabat . Dan satu hal
lagi yang sampai detik ini menyihir Razan . Suara dan kelincahan tangannya saat
memainkan alat music yang selama ini dia cintai . Gitar. Entah mungkin Razan
yang terlalu berlebihan menilai Adni dengan gitarnya atau….. Apaan sih gue mikirin Adni mulu ! Karena
tak ingin dirinya mempredikati dirinya sendiri dengan kata Hiperbolis akhirnya Razan
mengakhiri pengagumannya terhadap Adni dan beralih kepada i-Padnya. Dia melihat
hasil test beasiswa yang diadakan oleh salah satu unirvesitas ternama di
Bandung . Ternyata pengumuman tersebut baru akan diumumkan pada jam 06.00 W.I.B
besok.
Berhubung
pesanannya sudah datang , akhirnya dia meminum seteguk Freeze
moccha pearls. Saat akan
menaruh gelasnya itu, matanya terpaku akan mata gadis yang ada didepannya itu.
Seketika terbayang seulas senyuman yang biasanya dia lihat saat bersama Adni . Matanya
yang ramah namun menggambarkan ketegasan itu membekukan pandangan Razan. Dan saat itu
pula matanya dengan mata Adni berpapasan. Darahnya seakan akan mengalir 2 kali
lebih cepat dari biasanya , mukanya memanas. Ya Razan menyadarinya . Ya Tuhan , apa yang udah gue pikirin sih? Razan
membuang muka dan mengalihkan perhatiannya lagi kelayar i-Pad.
Tuhan.. Apa maksud dari kerja
jantung yang tadi? Atau mukaku yang memanas tadi?
***
Razan ,
Please deh , apa yang tadi kamu liat? Kamu kenapa?
Adni terus
bertanya tanya dengan harapan akan mendapatkan suatu penjelasan . Adni tak mau
jika perasaannya diketahui oleh Razan. Tuhan
tolong bantu aku untuk menutupi kecanggungan ini …..
***
My God ,
Please help me …. What’s this mean?? Apa mungkin aku akan jatuh….
***
Cinta,
apa kamu menghampiri Razan saat ini? Berikan jawaban padaku…
***
hahahaha.....eh, ntar kalo ketauan orangnya marah gak tuh?
BalasHapusmalahan sebelum diposting udah tau caan wkwk
BalasHapus