Kali
ini dia turun dengan pasti
Tanpa
keraguan dia menyapa dirinya
Memberikan
setitik demi setitik keselamatan
Pada
tanah yang tandus tak berkawan
Tanah
pun sangat merindukannya
Sekalipun
hanya buangan para penggembara
Air
memiliki segenggam harapan untuknya
Harapan
untuk menyelamatkan segala sesuatu
Sesuatu
yang bergantung padanya
Detik demi detik dinantinya
Angin berkunjung nak menghina
Mengisyaratkan sebuah harapan kosong sang tanah
Namun sebuah batu kusam pun dapat menjadi mutiara
Sampai suatu ketika air mata langit
Hujan …
Hujan itu mengabulkan segala pintanya
Sejuta tetes yang memadamkan keputus asaan
Sejak saat itu
Tanah jauh lebih bergantung pada Hujan
Hujanlah yang setia akan mendampinginya
Sekalipun tak setiap waktu..
Namun dia seakan telah berujar
Selama dunia ini masih berevolusi
Dirinya akan setia memberikan segala air yang dia miliki
Komentar
Posting Komentar