setiap ada kehidupan , disana pasti ada kematian
Setiap ada pertemuan juga ada perpisahan”

 Ya itu kalimat yang diucapkan oleh salah satu teman sekelasku yang juga lulusan boarding  .  Saat kami menginjak masa remaja, kami dalam lingkungan bebas . Nothing parents in there. Disana pula kita saling mengingatkan , saling melengkapi 1 sama lainnya. Dimulai saat kami menapakkan kaki dan saling menatap kawan baru. Hingga kami berpisah dengan air mata bahagia, saling berpelukan , saling berjanji bahwa kami akan menjadi gadis pembawa benih yang indah di kehidupan luar sana.

Seiiring berjalannya waktu kami pun sudah mempunyai kesibukan masing masing. Bahkan untuk sekedar  bertemu saja susah . Karena perbedaan waktu yang lowong berbeda beda. Lingkungan yang sudah jauh  berbeda , pelajaran pelajaran baru yang kami terima , kawan kawan baru dengan kepribadian yang belum sepenuhnya kami mengerti. Seringkali juga aku mendengar kata kata berperi-kehewanan. Tapi kuusahakan tata bahasaku tetap terjaga , kesopan santunan yang tak akan terlewat. Hati yang juga tetap terbalut dengan keteguhanku. Memang susah untuk menjaganya,  tapi untuk harga diriku , aku pun berjuang how to survive in my new life.

“disetiap perpisahan pasti aka nada cerita baru, cerita baru dimulai dari kehidupan baru. Kehidupan baru itu adalah langkah menuju kedewasaan”

Mencoba menjadi berlian bagi lainnya. Dibutuhkan oleh siapapun . dan juga langkahku kedepan sudah bukan seperti yang dulu. Serious . Untuk mengejar cita cita, masuk ke universitas negri dengan jalur undangan itu tidak mudah. Untuk menngukir angka 90 di rapor bukanlah hal yang mudah. Rasa malas harus disingkirkan jauh jauh, kantuk pun aku lawan dengan cara apapun.

Sekarang aku duduk di kelas X. Saat ini juga aku menjadi tutor sebaya mata pelajaran Matematika. Disanalah pacuanku uintuk belajar dan terus belajar agar menjadi tumpuan bagi temanku yang lain saat mereka kesulitan. Ya walaupun sampai detik ini aku belum punya nyali untuk berdiri di depan kelas lagaknya seorang guru. Tapi jika ada kawanku yang bertanya , Insya Allah akan aku bantu kesulitannya. Sebisaku. Begitupun dengan pelajaran yang lain, kita saling membantu 1 sama lain.

Terkadang juga aku ingin kepribadianku dingin. Namun sayang, ternyata itu tidak mudah. Mungkin untuk kaum adam bisa, tapi tidak berlaku untuk wanita. Apalagi Guru. Guru adalah sosok yang harus dihormati. Tetap sopan dengan sifat yang dingin. Aku ingin mereka melihatku berbeda dengan gadis lainnya. Aku ingin membuktikan bahwa ga selamanya wanita itu lemah, ga semua wanita berjilbab itu kuper, ga semua wanita berjilbab itu lemah. Justru aku ingin membuktikan fakta diluar sana , bahwa justru wanita berjilbab itu jauh lebih kuat dari wanita lainnya. Kuat dari segala sudut. Kuat fisik maupun hati. Adapun ada yang bertindak kurang ajar kepadaku, tidak segan segan aku akan member pelajaran kepadanya. Dan juga wanita  berjilabab selalu terjaga . Wanita  berjilbab itu tau malu. Seperti apa kata guruku , wanita itu penggoda. Jika wanita itu mengumbar  kepunyaannya , pastilah lelaki akan tergoda. Oke, sekarang kita tidak usah berfikir yang freak . Rambut . Rambut adalah mahkota wanita. Sebagian besar wanita membanggakan rambutnya , rela membiarkan dompet dan tabungannya lenyap begitu saja Karena model model rambut yang dapat bertahan mungkin kurang dari setahun itu. Selain itu kulit kulit mereka yang cerah maupun gelap yang selalu dibiarkan terlihat dan tersentuh oleh lelaki. Akupun suka berfikir, apakah mereka tidak risih seperti itu? Yaa namanya juga kehidupannya seperti itu, mau diapakan lafi? Someday will come some shine for their, mungkin hari ini ? besok ? atau beberapa tahun kedepan. Tapi aku dan teman temanku lainnya yang berjilbab telah dijaga oleh yang Maha Kuasa terlebih dahulu . Memberikan nasihat kepada mereka seperti angin . Diresap sebentar lalu menghilang dari pikiran mereka. Terketuk hati mereka untuk menyadarinya , namun enggan untuk membukanya. Karena mereka takut. Takut kepada kebenaran dan terikat oleh keindahan mereka sendiri. Prihatin. Seharusnya . Tapi mungkin mereka justru berbalik , mereka mungkin berfikir dan mengasihani kami , tapi sayang, seharusnya mereka bercermin diri. Siapakah yang layak dikasihani.

Begitu juga dengan 2 insan yang menjalin cinta . Akupun suka berpikir, apakah mereka tidak merasa kapok? Jujur, aku saja sampai saat ini belum 100% dapat melupakan semuanya yang pernah aku alami, dimulai dari keindahannya hingga sakitnya. Tapi mereka diluar sana dengan mudahnya dapat beronta ganti. Seakan akan mereka sangat gampang untuk dilempar kesana kemari. Padahal cinta yang sesungguhnya sudah ditetapkan oleh yang Maha berkuasa di atas sana. Kita tak usah repot repot untuk mencarinya saat ini. Kalaupun kita menemukan yang layak untuk kita hingga nanti, apakah sudah siap memiliki sepenuhnya? Pasti belumkan? Lebih  baik pikirkan masa depan, kesuksesan dunia juga akhirat.

we all must live our lives always feeling, always thinking the moment has arrived.”

All I can be is me , whoever that is.

Komentar