My Right

Orang tua. Ya , mereka memang orang yang sangat berjasa untuk kehidupanku. Sangat berjasa. Terima kasih untuk mereka.

Tapi , sering kali hakku seakan akan dicabut. Sejak aku bersekolah di asrama .

Padahal mereka tak pernah berfikir jauh kenapa aku ingin sekolah disana. Ajaran mereka yang terkadang terlalu keras, memaksakan, dan 1 . Keributan yang tak sepantasnya aku konsumsi .
Dulu , waktu aku masih kecil aku ga ngerti apa yang mereka ributkan. Entahlah , pertama kalinya itu kapan. Sudah lupa , dan sudah kulupakan . Saat aku masih menginjak kelas 3 SD . Itu yang sangat kuingat. Mereka bertengkar, aku tak tau apa yang sedang mereka ributkan. aku hanya bisa menangis di depan kaca rias. Isakan yang menggambarkan begitu tersiksanya aku. Oh ya! Aki ingat. pada saat ingin menginjak kelas 1 SD . hanya dikarenakan client papa. Aku sangat takut jika mereka pisah. Aku masih begitu polos untuk mengerti . Di pagi hari, saat aku sedang sarapan pagi dan berangkat sekolah, papa marah besar sampai membanting piring kaca di  hadapanku. Shocked!  Sejak itu aku jadi agak canggung oleh papa. Aku takut.

Aku ingat saat aku sedang menonton acara di metrotv. Ada acara yang sedang membicarakan tentang "Hari pernikahan" Hanya dikarenakan papa lupa tanggal berapa , akhirnya terjadi pertengkaran hebat. Aku menangis terisak isak . Sedih, lelah , dan aku juga berfikir bagaimana bisa bebas dari semua ini. Ya , pelarianku ke sekolah boarding. Tapi ternyata , tak ada perubahan . Waktu aku menginjak kelas 7 , papa bunda ribut lagi , lagi , lagi. Ingin aku langsung ke sekolah.

Kadang juga , aku selalu disalahkan. Niatku hanya ingi melurusi jalan ceritanya, dengan nada yang biasa saja.. tapi kenapa orang tuaku mendengarnya seperti nada menjawab? Padahal aku menjelaskannya dengan nada selembut mungkin. Tapi kenapa mereka menilai seperti nada yang kekeuh, salah . Mereka tak pernah mau mengakui kesalahannya.Pada saat aku ingin membela diri sendiri sedikit, selalu saja disangka menjawab, ngeles , intinya tidak sopan. Mereka ingin di mengerti, ingin didengar , tapi tak mau mendengarkannya, seakan akan jawabannya semuanya selalu salh. BATIN

Ya , masih banyak yang ingin keceritakan..........

Komentar